Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa & Kawasan (BP2DK) mendorong dua desa dari dua kabupaten yang bertetangga untuk menjadi kawasan perdesaan. Bila kerjasama ini terwujud, kawasan perdesaan ini menjadi model pertama kerjasama desa antar kabupaten. Kedua desa tersebut adalah Desa Puncakbaru, Cidaun, Cianjur dan Desa Selaawi, Talegong, Garut.

Langkah ini merupakan hasil kunjungan BP2DK ke dua desa tersebut pada Sabtu, 17 September 2016. BP2DK Sendiri diwakili oleh Irman Meilandi, Direktur Eksekutif; Solihin Nurodin, Manajer Penjangkauan dan Pengorganisasian Desa; serta Farid, Petugas Penghubung & Regulasi Desa. Di Desa Selaawi, mereka diterima oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Kepala Ekonomi Pembangunan Desa. Sedangkan di Desa Puncakdaun, rombongan diterima oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua RW, tokoh masyarakat, petani gula aren, dan peternak domba.

Solihin menilai bahwa kedua desa tersebut memiliki dua potensi utama yang sama, yaitu: ternak domba dan gula aren. BP2DK berencana untuk mendorong kedua produk tersebut agar mampu meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat kedua desa. Salah satu caranya, kedua desa tersebut didorong untuk membentuk Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes).

Selain kerjasama di bidang ekonomi, Solihin juga berencana untuk mendorong kerjasama di bidang kesehatan dan pendidikan. Saat ini, biaya pendidikan dan kesehatan di desa tersebut mencapai 3 kali lipat lebih mahal dibandingkan Jakarta. Sebagai contoh di Desa Puncakbaru. Biaya berobat di desa tersebut bisa mencapai 300 ribu Rupiah sekali jalan.

Penyebab mahalnya biaya tersebut karena infrastruktur jalan menuju pukesmas yang buruk. Jalan sepanjang 60 Kilometer tersebut kondisinya rusak parah dan belum pernah tersentuh pembangunan. Ditambah lagi, sebagian ruas jalan hanya bisa dilalui oleh motor akibat kondisi jalan yang masih berbatu. Tidak heran bila waktu tempuh antara Desa Puncakbaru dan pusat Kecamatan Cidaun mencapai 3 jam lamany. Adapun biaya transportasi masyarakat pergi-pulang ke kecamatan bisa mencapai 200 ribu Rupiah.

Selain kerjasama kedua desa tersebut, BP2DK juga berencana mendorong kerjasama 7 desa di Kecamatan Cidaun dalam bidang pembangunan dan konservasi hutan. Pasalnya, ketujuh desa tersebut berbatasan dengan lahan hutan. Lahan hutan ini cukup penting dalam menjaga pasokan air bersih untuk desa-desa di sekitarnya.***

Rombongan BP2DK melewati jalur tanjakan menuju Desa Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Rombongan BP2DK melewati jalur tanjakan menuju Desa Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Rombongan BP2DK meniti jalan kayu untuk menuju Desa Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Rombongan BP2DK meniti jalan kayu untuk menuju Desa Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Irman Meilandi (kiri), Direktur Eksekutif BP2DK, dan Farid, Petugas Penghubung & Regulasi Desa BP2DK, berjalan melewati jembatan untuk menuju Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Irman Meilandi (kiri), Direktur Eksekutif BP2DK, dan Farid, Petugas Penghubung & Regulasi Desa BP2DK, berjalan melewati jembatan untuk menuju Puncakbaru. (Foto: Solihin N)

Attachments
  • whatsapp-image-2016-09-20-at-12-29-58
  • whatsapp-image-2016-09-20-at-12-32-13
Yudha P Sunandar

Village Knowledge Management Specialist di BP2DK. Penikmat jurnalisme dan angin sejuk sepoi-sepoi. Senang menuliskan kisah-kisah inspiratif dan mengunjungi desa-desa yang mengagumkan.

View All Posts

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.