BP2DK menggelar pelatihan pendamping untuk desa-desa di perbatasan. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Desa Broadband Terpadu 2016. Pelatihan yang digelar pada 15-19 November 2016 di Hotel Harper Jakarta ini memperkuat wawasan dan kemampuan para pendamping desa terkait tata kelola pembangunan desa dan kawasan berbasis TIK.

Peserta kegiatan ini merupakan para pendamping yang sudah berpengalaman di berbagai daerah di Indonesia. Mereka diundang untuk ikut membangun desa-desa pinggiran dalam kerangka program Desa Broadband Terpadu 2016.

Dalam pelatihan ini, para pendamping desa mendapatkan penguatan terkait Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA) dan konsep Desa Broadband. Ke depannya, SIDEKA sendiri akan masuk skema 200 desa model Program Tata Kelola Pembangunan Desa & Kawasan yang diampu oleh Kantor Staf Presiden.

Setelah pelatihan ini, para pendamping akan terjun ke 50 desa perbatasan di 20 kabupaten di 7 provinsi di Indonesia. Mereka akan tinggal di desa selama 3 pekan untuk memperkuat kapasitas aparat desa. Capaiannya, masing-masing desa dampingan mampu memanfaatkan TIK dan internet secara optimal untuk membangun desa. Termasuk peningkatan transparasi keuangan desa, peningkatan ekonomi masyarakat desa, dan peningkatan pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat desa.

Keterangan Foto: Dina Ardiyanti, Deputi I ICT & Knowledge Management BP2DK (kanan berdiri), memberikan pemaparan DBT kepada para peserta. (Foto: Ryan R)

Yudha P Sunandar

Village Knowledge Management Specialist di BP2DK. Penikmat jurnalisme dan angin sejuk sepoi-sepoi. Senang menuliskan kisah-kisah inspiratif dan mengunjungi desa-desa yang mengagumkan.

View All Posts

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.