Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) bersama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan pelatihan untuk tim assessment dan pemetaan Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 pada 30-31 Agustus 2017 di Ruang Sidang PSP3 IPB. Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan para assessor dan petugas pemetaan sebelum berangkat ke lokasi penerima program DBT 2017.

Dalam kegiatan ini, para peserta belajar tentang cara menggali data-data desa terkait Desa Broadband Terpadu. Data-data tersebut antara lain: Struktur dan kultur komunitas lokal, pola adaptasi ekologi, dan kelembagaan desa tersebut.

Adapun dalam pelatihan pemetaan, peserta hanya mengkoordinasikan metode pemetaan. “Menyamakan metode pemetaan antara BP2DK dan PSP3 IPB,” ujar Heryana Ilyasa, koordinator tim pemetaan BP2DK.

Aktivitas assessment dan pemetaan sendiri merupakan tahapan pertama dalam program DBT 2017. Kedua aktivitas tersebut ditujukan untuk membantu desa melakukan pemetaan sosial dan spasial desa, sehingga pemerintah dan masyarakat desa bisa mengetahui potensinya. Selain itu, pemetaan sosial dan spasial desa juga membantu pemerintah desa untuk membangun desanya masing-masing.

DBT 2017 sendiri merupakan program BP3TI yang dikelola secara swakelola oleh PSP3 IPB dan BP2DK. Tahun ini, DBT 2017 menyasar 222 desa di 111 kabupaten di 33 provinsi di Indonesia. Desa-desa tersebut merupakan lokasi prioritas presiden yang menjadi percontohan nasional untuk mewujudkan Platform Tata Kelola Desa.***

Related Post

Leave us a reply

*

*