Kebudayaan merupakan pondasi untuk membangun desa secara berkelanjutan. Bagaimana pun, kebudayaan merupakan jejak-jejak kebijakan dan kecerdasan leluhur dalam membangun desa pada masa lalu. Oleh karena itu, pada era modern seperti sekarang ini, menggali nilai-nilai kebudayaan dan melembagakannya semakin memperkuat dan mempermudah usaha membangun desa.

Demikian salah satu inspirasi yang didapat oleh Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa & Kawasan (BP2DK) dalam Forum Kebudayaan Dunia pada 10-14 Oktober 2016 di Nusa Dua, Bali. Dalam kegiatan internasional tersebut, BP2DK beserta jejaringnya menjadi peserta dan ikut merumuskan program desa yang berbasis kebudayaan.

BP2DK dan jejaringnya sendiri mendapatkan mandat untuk merumuskan program Pengembangan Pendidikan Karakter berbasis Desa. Program ini akan diselenggarakan di 11 titik di Indonesia. Kesebelas titik ini merepresentasikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Dari 11 titik tersebut, 3 titik di antaranya merupakan kawasan perdesaan.

Lebih jauh, BP2DK dan jejaringnya merumuskan bahwa program tersebut merupakan kerjasama antara sekolah, desa, dan sanggar masyarakat. Sanggar sendiri bukan berbentuk fisik, melainkan sebagai aktivitas. Adapun instrumen yang digunakan adalah Pramuka dalam bentuk Saka Widya Budaya.

Menariknya, Program Pengembangan Pendidikan Karakter berbasis Desa ini menggunakan pendekatan desa, bukan pendidik. Artinya, desa sebagai aktor dan fasilitator dalam pendidikan karakter tersebut. Siswa sekolah formal akan diajak untuk belajar langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat.

Hal menarik lainnya, siswa juga akan diajak untuk melakukan aktivitas berbasis potensi desa, seperti: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Pasalnya, aktivitas tersebut juga turut membangun karakter positif masyarakat desa. Oleh karena itu, siswa juga diajak untuk melakukan aktivitas berbasis potensi desa untuk menumbuhkan karakter positifnya.

Pada masa yang akan datang, harapannya pemuda-pemuda desa ini memiliki karakter positif untuk membangun desa. Pada gilirannya, desa-desa akan mampu membangun dengan lebih baik dan mencapai kemandiriannya dengan segera.***

Yudha P Sunandar

Village Knowledge Management Specialist di BP2DK. Penikmat jurnalisme dan angin sejuk sepoi-sepoi. Senang menuliskan kisah-kisah inspiratif dan mengunjungi desa-desa yang mengagumkan.

View All Posts

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.