Internet merupakan kekuatan bagi desa. Melalui internet, desa bisa memperkuat kapasitas dirinya. Selain itu, melalui internet, desa juga bisa menyuarakan dirinya ke publik yang lebih luas lagi. Demikian salah satu pesan dalam Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festival Destika) ke-4 yang diselenggarakan pada 28-29 September 2016 di Dermaga Kalkhote, Sentani Timur, Jayapura, Papua.

Festival Destika 2016 sendiri diselenggarakan oleh Kementerikan Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut mengambil tema “Desa atau Kampung Bersuara dalam Basis IT”. Acaranya sendiri dibuka oleh Menteri Desa & PDT Republik Indonesia.

Budiman Sujatmiko, ketua panitia Festival Destika 2016, menyampaikan bahwa internet merupakan bagian penting untuk menjadi jembatan bagi desa. Jembatan ini termasuk menghubungkan antara desa dengan kota maupun desa dengan dunia. “Internet membuat hidup ini bisa berbagi dan setara,” ungkap Budiman.

Dalam festival tersebut, peserta juga membahas model pengembangan ekonomi berbasis internet melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes). Ke depannya, model BUMDes dan BUMADes berbasiskan teknologi informasi ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa.

Selain membahas isu desa, dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan TVisiKita. Saluran ini merupakan TV desa yang dikembangkan oleh IBOLZ Indonesia. TV ini diharapkan mampu mendorong masyarakat desa berinovasi sekaligus berkreasi di bidang audio-visual.

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.