BP2DK – ” 1000 Tenda Caldera Toba Festival 2019” merupakan ajang tahunan yang kini mulai dilirik dan dijadikan sebagai ruang diskusi dan berbagi pengetahuan.

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Meat, kabupaten Tobasa, provinsi Sumatera Utara.Selain menyajikan pesona bentang alam danau toba yang tiada duanya, panitia pun menggelar beragam kegiatan lainnya yang seru dan bermanfaat, salah satunya berupa Fokus Group Discusion (FGD) dengan tema” Milenial Membangun Desa “.

Pada sesi ini, Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) oleh panitia pelaksana dipercaya untuk berbagi pengetahuan tentang stategi memberdayakan desa. Irman Meilandi selaku Direktur Eksekutif BP2DK menjadi mentor dan narasumber pada sesi tersebut.

Beberapa narasumber lainnya pun ikut berbagi pengalaman, antara lain yakni Febri Tua Siallagan dari Komunitas Anak Tao dan Rahmat Manurung selaku Kepala Desa Jangga Dolok dan Ketua Kepala Desa Se-Toba Samosir.

Ribuan peserta pun begitu antusias dan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman serta cara baru dalam melihat dan mengembangkan potensi desa.

Vinis Satri (19), peserta asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku sangat senang datang ke acara 1000 Tenda. Ia merasa banyak mendapat pelajaran hidup di acara ini. “Ada ilmu mengenai bagaimana cara mengembangkan pariwisata untuk generasi milenial saat sharing knowledge, serta lokasinya alami banget”, pungkasnya.

Berbicara tentang pemuda dan desa tentunya kedua topik ini adalah topik yang sangat penting untuk kita bicarakan dan diskusikan. Mengapa demikian? karena pemuda sangat identik dengan perubahan (agent of change), yang idealisme dan kreativitasnya tinggi, serta semangat juangnya masih tetap terjaga, apalagi jika dipoles dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Jika bisa diaplikasikan dalam sebuah aksi nyata, maka akan terciptalah sebuah perubahan itu sendiri.

Peran Pemuda Generasi Milenial Bagi Pembangunan Desa

Dengan melihat potensi yang begitu besar yang ada di desa, serta begitu kompleksnya permasalahan yang ada di desa, maka pemuda generasi milenial jangan hanya berdiam diri berada di zona nyamanya masing-masing saja, perlu adanya gerakan dari dalam diri dari setiap anak muda yang mengatakan dirinya sebagai agent of change untuk kembali ke desa, berkolaborasi dengan masyarakat desa, menuju desa yang maju dan sejahtera.

Ada banyak potensi yang bisa digunakan oleh pemuda untuk kembali dan membangun desanya, dengan makin terbukanya sistem informasi di negara ini, sebisa mungkin dimanfaatkan untuk mencari banyak sumber informasi mengenai bagaimana cara membangun desa dengan menggunakan dan memanfaatkan potensi yang ada di desa itu sendiri.

Pemuda generasi milenial perlu memahami desa secara kontekstual, dalam artian bahwa pemuda perlu mendalami keadaan desa secara keseluruhan, sehingga tidak menjadi pemuda yang hanya ingin membangun desa saja tanpa mengetahui kondisi desa secara keseluruhan baik kondisi geografis, lingkungan sosial budaya maupun SDM yang ada di desa tersebut.

Generasi milenial pun harus melakukan riset secara pribadi maupun kelompok untuk mengetahui potensi apa yang ada di desa tersebut sebagai kekuatan utama sebuah desa dalam upaya membangunnya.

Adanya sikap terbuka dan rendah hati dari para pemuda yang berkeinginan membangun desanya kembali dengan cara melakukan diskusi dan pendekatan dengan para pemangku kepentingan di desa, baik pemerintah desa maupun tokoh adat dan tokoh masyarakat di desa tersebut.

Olehnya, marilah kita semua para pemuda, generasi milenial dan yang merasa memiliki jiwa muda, bersama untuk keluar dari zona nyaman kita. Hilangkan paradigma buruk tentang pemuda dan aktivis mahasiwa yang mengatakan kita hanya banyak beretorika tetapi tidak ada aksi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Jangan sampai idealisme kita mati karena keraguan kita sendiri, kita hilangkan semua pikiran yang mengatakan “Saya masih muda, belum bisa melakukan banyak hal.” Tetapi mari kita katakan “Saya bisa melakukan banyak hal dengan potensi yang ada dalam diri saya.”

Attachments
  • img-20190703-wa0007

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.