Orang Desa yang menjadi bagian dari Pandu Desa sejak masa perkuliahan pada tahun 2011, hingga saat ini masih konsisten dalam upaya memajukan desa dalam kerangka Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa. Nuron merupakan panggilan namanya, dari nama sebenarnya Asep Nuroni, nama yang khas Suku Sunda campuran bahasa Arab. Sesuai pula dengan namanya, anak desa yang berasal dari tanah tatar Sunda Cianjur, Jawa Barat ini, merupakan asli berdarah sunda dan dibesarkan dipedesaan, wilayah Jawa Barat Selatan atau Cianjur Selatan yang telah dikenal daerah terbelakang.

Semangat Nuron, ini tersuntik semenjak masa perkuliahan, dengan kehidupan yang berbeda drastis dari pedesaan dengan perkotaan. Perkampungannya yang belum ada listrik, internet tidak ada, jalan tanah batu berlumpur, serta sangat jauh sekali ke perkotaan. Sudah menjadi tekadnya untuk lebih baik lagi, dengan bekal ilmu pengetahuan informatika diperkuliahannya, Nuron ini saat pulang selalu mengambil gambar dan mendokumentasikan yang ada didesanya dan mempublikasikan saat dia sudah ada dikota Sukabumi dimana diaberkuliah. Dan pada akhirnya menjadi relawan/pandu bagi desanya. Keluh, usulan atau laporannya hingga lama-lama mendapatkan respon dan asyik berDMan dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Karena keaktifannya, dia juga sering mengikuti kegiatan ogansisasi, kegiatan seminar-seminar baik kampus maupun non kampus. Hingga dipertemukan dengan berbagai komunitas TIK, pegiat desa, pemerintah dan akademisi. Seperti Komunitas TIK Sukabumi, Relawan TIK, Komunitas Kaskus, Gerakan Desa Membangun, Seminar Pemerintah Pusat Kominfo, Seminar PANDI, Akademisi ITB, Pojok Pendidikan ITB, PNPM, Festival DESTIKA, Lokarya Desa dan banyak lagi.

Pada tahun 2014 berkat gencarnya dia bersama pegiat desa memberitakan kondisi daerahnya sehingga Desa Cikadu mendapatkan Award Nasional Destika 2014 di Majalengka, Jawa Barat, sebagai penghargaan atas inisiatif dan Kreativitas dalam pemanfaatan TIK dan pengguanaan Domain Desa.id, dalam kegiatan Festival Nasional Desa TIK 2014 yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Republik Indonesia.

Menjadi aktivis desa sejak usia muda hingga saat ini pun masih konsisten bergerak untuk kemajuan Desa dan lingkungan sekitarnya, tidak hanya mengenai kehidupan sosial masyarakat dia juga aktif melaksanakan berbagai pelatihan yang dapat membantu perekonomian masyarakat, sebagai contohnya melakukan pelatihan membuat gula semut yang tentunya memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan gula cetak yang biasanya dijual oleh masyarakat, serta pelatihan lainnya untuk warga desa dari orang tua hingga pemuda.

Selain itu, dia pun peduli dengan keberlangsungan hidup penerus desa, banyak anak-anak terlantar tidak memiliki orang tua dan atau tidak utuh lagi karena ditinggal untuk selama-lamanya. Dengan menggugah para masyarakat yang peduli akan nasib yatim piatu agar tetap semangat dan mengenyam pendidikan. Dalam sebuah gerakan sosial kemanusiaan yang bernama Huni Foundation, dia kerapkali membantu masyarakat sakit yang membutuhkan bantuan akses berobat medis, rumah ibadah, rumahnya kebakaran ataupun yang sudah tidak layak huni.

Sejak 2014 dia tak hanya aktif di desanya sendiri, dia pun berpengalaman berkunjung ke berbagai pelosok negeri untuk melakukan transfer ilmunya, sebagai pelatih mengenai sistem informasi desa yang tentu saja sangat bermanfaat bagi desa tertinggal agar dapat dikenal oleh khalayak luas.

Related Post

Leave us a reply

*

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.