Kawasan Pancamandala, Tasikmalaya, menggelar Tasyakuran Internet Pita Lebar di Desa Mandalamekar pada Sabtu, 31 Desember 2016. Acara tersebut merupakan bentuk syukur pemerintah lima desa di Kecamatan Jatiwaras atas tersedianya internet pita lebar di masing-masing desa. Selain itu, acara tersebut merupakan perayaan atas berdirinya Gerakan Desa Membangun (GDM) yang diinisiasi lima tahun lalu di Mandalamekar.

Meskipun hanya digelar selama satu hari, tetapi acara tersebut menyedot antusias para penggerak dan pemerintah desa. Bahkan, ada penggerak dan pemerintah desa yang datang dari Majalengka dan Gunung Kidul untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Selain itu, hadir juga tokoh-tokoh pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dan nasional yang antusias terhadap gerakan desa.

Selain ajang berkumpul para penggiat dan pemerintah desa, acara tersebut juga dimeriahkan oleh bakti sosial pemerintah desa Pancamandala. Adapun bentuknya berupa pelayanan kesehatan, pelayanan Keluarga Berencana, pembuata Kartu Keluarga dan akte kelahiran, khitanan massal, serta penanaman pohon.

Dalam acara tersebut, masyarakat secara khusus menyampaikan terima kasihnya kepada Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP RI) dan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa & Kawasan (BP2DK). Pasalnya, internet pita lebar tersebut merupakan rekomendasi dan keputusan KSP RI. Sedangkan BP2DK merupakan pihak yang memfasilitasi desa-desa penerima akses internet pita lebar tersebut. Rekomendasi ini kemudian direalisasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Irman Meilandi, Direktur Eksekutif BP2DK, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Panca Mandala merupakan lima dari 200 desa yang dijadikan lokasi prioritas tata kelola pembangunan desa KSP RI. Desa-desa tersebut tersebar di 33 provinsi dan 107 kabupaten di Indonesia, termasuk Tasikmalaya. BP2DK sendiri merupakan lembaga yang memfasilitasi kedua ratus desa tersebut.

Tasikmalaya sendiri merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lebih dari satu desa dalam program tersebut. Selain lima desa di Pancamandala, ada juga Desa Banyuresmi yang menjadi lokasi prioritas tata kelola pembangunan desa tersebut. Jadi, total ada enam desa di Tasikmalaya yang mendapatkan program tersebut.

Pancamandala sendiri, lanjut Irman, merupakan bentuk kerjasama kawasan. Dari 200 desa tersebut, hanya ada 17 kawasan desa yang menjadi lokasi prioritas. Pancamandala sendiri merupakan kerjasama kawasan antara lima desa di Jatiwaras, yaitu: Mandalamekar, Mandalahurip, Kertarahayu, Ciwarak, dan Papayan. Kerjasama ini diharapkan mampu mengelola potensi bersama dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Lebih lanjut, Irman menambahkan bahwa program tersebut merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk merespon gerakan desa yang membangun dari bawah. Menurutnya, modal desa adalah semangat untuk maju dan membangun di tengah-tengah keterbatasan. Asalkan memiliki semangat ini, desa pasti mampu mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Irman menyampaikan pesan dari KSP RI agar desa-desa lokasi prioritas ini meningkatkan transparansi anggarannya, baik ke masyarakat maupun ke pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah pusat sendiri ingin mengetahui sejauh mana penyerapan dana desa dan seberapa besar keterlibatan masyarakat di dalamnya. Ke depannnya, diharapkan internet desa ini mampu menjembatani transparansi tersebut.***

Keterangan Foto: Irman Meilandi, Direktur Eksekutif BP2DK, memberikan sambutannya dalam Syukuran Internet Desa Pancamandala. (Foto: Asep Muhammad Rizal)

Yudha P Sunandar

Village Knowledge Management Specialist di BP2DK. Penikmat jurnalisme dan angin sejuk sepoi-sepoi. Senang menuliskan kisah-kisah inspiratif dan mengunjungi desa-desa yang mengagumkan.

View All Posts

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.