Sekolah Pandu Informatika Tasikmalaya

Project Detail

  • Started Date
    27/08/2018
  • Completion Date
    21 Oktober 201824/12/2018
  • Categories
  • Project Plan
    Peserta terdiri dari 2 orang perwakilan masing desa se kabupaten Tasikmalaya. Proses pembelajaran Fokus pada 5 Bidang Utama , Yakni , Kependudukan , Peta Desa, Analisis Kemiskinan, Internet sehat Jurnalisme Warga
Sekolah Pandu Informatika

Pancamandala

Dasar Pemikiran

Kehidupan saat ini menghendaki perubahan pendidikan yang bersifat mendasar. Bentuk perubahan tersebut adalah: (i) perubahan dari pandangan kehidupan masyarakat lokal ke masyarakat dunia; (ii) perubahan dari kohesi sosial menjadi partisipasi demokratis, terutama dalam pendidikan praktik berkewarganegaraan; dan (iii) perubahan dari pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan.

Perubahan-perubahan mendasar tersebut akan meletakan kedudukan pendidikan sebagai: (i) lembaga pembelajaran dan sumber pengetahuan; (ii) pelaku, sarana, dan wahana interaksi antara pendidikan dengan perubahan pasaran kerja; (iii) lembaga pendidikan sebagai tempat pengembangan budaya dan pembelajarann terbuka untuk masyarakat; dan (iv) pelaku, sarana dan wahana kerjasama.

UNESCO (1998) menjelaskan bahwa untuk melaksanakan empat perubahan besar dalam pendidikan, dipakai empat pilar pendidikan, yaitu: (i) learning to know; (ii) learning to do, yang berarti penguasaan kompetensi dari pada penguasaan ketrampilan; (iii) learning to live together (with others); dan (iv) learning to be. Keempat landasan tersebut akan mendorong pada basis landasan belajar sepanjang hayat (learning troughout life).

Pola pembelajaran terus berkembang seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dari pembelajaran konvensional ke pola pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet (e-learning). Perkembangan pola belajar ini sangat dibutuhkan juga untuk diterapkan di desa-desa agar dapat sama-sama meningkatkan mutu pembelajaran bagi masyarakat desa. Melalui jaringan internet dan sarana prasarana yang memadai, materi-materi belajar akan mudah didapat dan dapat memperluas wawasan masyarakat.

Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini diperlukan masyarakat desa, terutama dalam menerapkan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa Pasal 86 yang mengatur kewajiban desa untuk mengadakan sistem inormasi desa, dalam rangka keterbukaan data pembangunan desa. Untuk mengelola sistem informasi ini, masyarakat desa perlu memiliki kecakapan dalam hal tata kelola desa, khususnya secara digital. Kecakapan tersebut antara lain adalah terkait dengan pemetaan desa, management produksi kawasan, jurnalisme desa, kependudukan (posyandu dan kemiskinan), perencanaan, pembangunan, dan akuntansi keuangan. Kebutuhan penguasaan kecakapan inilah yang mendasari berlangsungnya Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa.

Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa ini nantinya akan mejadi wadah bagi masyarakat desa se-Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Bagian Selatan, Banten, Lampung, dan warga dari desa di daerah 3T (Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara TImur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Aceh, Riau, Gorontalo, Maluku, Papua) untuk belajar mengenai Sistem Informasi Desa dan Kawasan. Perwakilan dari masing-masing desa dan daerah akan dikumpulkan dalam “sekolah” untuk mendapatkan materi pembelajaran secara langsung (tatap muka). Tidak hanya itu, materi juga akan terus diberikan secara jarak jauh melalui metode e-learning¬ dengan memanfaatkan teknologi internet.
Kerangka acuan kerja ini akan membahas teknis kegiatan belajar mengajar yang akan dilangsungkan di Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa.

Maksud dan tujuan Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa antaralain:

1. Bertindak sebagai fasilitator dan motivator dalam proses pembelajaran;
2. Mengaji bahan ajar yang perlu dikuasai peserta ada akhir pembelajaran;
3. Merancang strategi dan lingkungan pembelajaran dengan menyediakan berbagai pengalaman belajar yang dibutuhkan pandu desa dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan;
4. Membantu pandu desa mengakses, mengolah dan menyajikan informasi untuk dimanfaatkan dalam pemecahan permasalahan nyata;
5. Mengidentifikasi dan menentukan pola penilaian hasil belajar pandu desa; dan
6. Optimalisasi kemampuan pandu desa dalam pengelolaan sistem informasi desa dan kawasan.

Sasaran Dan Penerima Manfaat

Perserta kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa adalah:
– Dua orang perwakilan setiap desa untuk peserta se-Kabupaten Tasik
– Enam orang perwakilan provinsi untuk daerah 3T
– Enam orang perwakilan provinsi untuk daerah Banten
– Enam orang perwakilan provinsi untuk daerah Lampung
– Masing-masing enam orang perwakilan kabupaten untuk enam wilayah kabupaten di Jawa Barat bagian Selatan
Setiap peserte tersebut kemuian disebut sebagai Pandu. Ketentuan utama untuk menjadi Pandu adalah pendidikan terakhir, minimal setingkat SMA/sederajat. Pandu inilah yang nantinya akan menjadi penerima manfaat langsung dari kegiatan ini.

 

 

Related Post

Leave us a reply

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.